Renungan

Wednesday, January 12, 2011

Kebohongan atas nama Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir Radiyallahu'anhu dan pemutarbalikan terhadap perkataannya !!

Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan empunya sekalian Alam, Tiada Ia berhajat kepada selain-Nya, malah selain-Nya lah yang berhajat kepada-Nya. Selawat dan salam semoga dilimpahkan Allah SWT ke atas junjungan kita Sayyidina Nabi Muhammad SAW (Ya Allah tempatkan baginda di tempat yang terpuji sepertimana yang Kau janjikan Amin) Beserta Ahlulbayt dan Para Sahabat R.anhum yang mulia lagi mengerah keringat menyebarkan Islam yang tercinta. Dan kepada mereka yang mengikut mereka itu dari semasa ke semasa hingga ke hari kiamat...Ya Allah Ampuni kami, Rahmati Kami, Kasihani Kami ...Amin

Amma Ba'du,

Kali ini faqir ingin berkongsi dengan saudara/i yang dikasihi akan pembongkaran yang dilakukan oleh Al-Muhaddith Al-Imam Sayyid Muhammad ibn Alwi Al-Maliki Radiyallahu'anhu terhadap segolongan manusia yang berbohong atas nama Al-Imam Ibnu Katsir Radiyallahu'anhu semata-mata untuk mencapai matlamat mereka membida'ah menyesatkan Umat Islam yang memperingati maulid Nabi SAW. Di dalam buku beliau yang kemudiannya dirumikan dengan judul "Wajibkah memperingati Maulid Nabi SAW ?" yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Publisher. Demikian kenyataannya :

Orang-orang yang menentang maulid itu mencuba dengan berbagai macam cara untuk menyebarkan kebatilan mereka - walaupun dengan cara pemalsuan, yang mana itu sudah menjadi kebiasaan mereka - kepada orang-orang muslim yang awam dan kurang pemahamannya (atas Islam). Mereka mengatakan dengan tegas : "Sesungguhnya Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah jilid 11 halaman 172 bahawa Daulah fathimiyyah yang dibangun oleh para budak itu yang bernasab kepada Abdullah bin Maymun Al-Qoddah, seorang yahudi yang mana mereka memerintah Mesir dari tahun 375 H - 567 H ; mereka itulah yang mengadakan berbagai macam hari peringatan pada beberapa hari -hari tertentu. Di antaranya adalah Peringatan Maulid Nabi SAW." Begitulah yang mereka nukil dari Al-Hafiz Ibnu Katsir.

Menurut referensi yang kalian tunjuk itu, kami katakan kepada kalian : "Demi Allah, kalian telah berdusta !! Kami telah mendapati apa yang kalian akui sebagai perkataan Ibnu katsir. Dan sungguh apa yang engkau nukil darinya adalah betul-betul sebuah kedustaan, mengada-adakan, pemalsuan, dan pengkhianatan dalam hal penukilan pendapat dari ulamak-ulamak umat ini. Dan jika kalian tetap melakukan hal yang demikian, maka kami katakan kepada kalian: "Keluarkanlah (tunjukkanlah) itu pada kami , jika kalian memang benar."

Dan bagaimana dengan pernyataan kalian bahawa kalian akan mendiskusikan masalah ini secara adil dan objektif serta lepas dari hawa nafsu. tetapi yang kalian lakukan itu adalah betul-betul sebuah kebohongan yang hina dan dipenuhi hawa nafsu yang tercela. lalu bagaimanakah - wahai saudaraku sesama muslimin - kita akan percaya atau merasa aman akan penukilan-penukilan mereka dari para ulamak umat ini ? Dan inilah wahai saudara muslimku pendapat yang sebenarnya dari Al-Hafiz Ibnu Katsir tentang peringatan Maulid dan awal mulanya, yang mana hal ini disembunyikan oleh mereka yang mengaku akan mendiskusikan masalah ini secara adil dan objektif. Al-Hafiz Ibnu katsir Radiyallahu'anhu berkata di dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah, Jilid 13, halaman 136 cetakan Maktabah Al-Ma'arif yang mana redaksinya adalah seperti berikut :

"...Raja Muzhoffar Abu Sa'id Al-Kawkabariy, salah seorang dermawan , pemimpin yang besar, serta raja yang mulia, yang memiliki peninggalan yang baik (perhatikanlah perkataannya 'peninggalan yang baik'). Dan dia menyelenggarakan Maulid Yang Mulia di bulan Rabi'ul Awwal yang mana ia merayakannyasecara besar-besaran. Ia juga seorang raja yang berakal cemerlang, pemberani, kesatria, pandai, dan adil - semoga Allah mengasihinya dan menempatkannya di tempat yang paling baik."

Kemudian beliau melanjutkan : "Ia (Raja Muzhoffar) membelanjakan wang sebanyak 3000 dinar (emas) untuk perayaan Maulid".

Lihatlah -semoga Allah mengasihimu - pujian dan sanjungan dari Ibnu katsir kepada Raja Muzhoffar tersebut. Yang mana beliau mensifatinya dengan 'seorang yang pandai, adil, cerdas, pemberani', lalu ia berkata :"...semoga Allah mengasihinya dan menempatkannya di tempat yang paling baik". Dan beliau tidak mengatakan : seorang yang zindiq, bejat, fasik, sering berbuat keji dan dosa-dosa besar sebagaimana dikatakan oleh para penentang maulid itu terhadap orang yang melaksanakan Maulid Yang Mulia !! Dan disarankan agar pembaca melihat atau membaca secara langsung , niscaya kalian akan mendapati perkataan yang lebih hebat dari yang saya sebutkan di atas tentang sifat Raja Muzhoffar tersebut yang mana saya tidak menukilkan semuanya itu kerana takut akan memperpanjang pembahasan ini.

Perhatikanlah perkataan Al-Imam Al-Hafizh Az-Zahabi Radiyallahu'anhu dalam kitabnya Siyaru A'lamin Nubala' jilid 22 halaman 336 ketika menyebutkan tentang biografi Raja Muzhoffar, redaksinya sebagai berikut : "Ia adalah seorang (raja) yang rendah hati, baik hati, sunniy (mengikut sunnah), dan mencintai ulama' dan ahli hadith." Tamat.

Semoga Allah SWT memelihara kita dari mengambil ilmu agama daripada manusia yang berbohong atas nama ulamak Radiyallahu'anhum. Amin.

Wallahu Yahdi ila sawaissabil...

Selawat dan salam sebanyaknya semoga dilimpahkan Allah SWT ke atas junjungan besar kita Sayyidina Nabi Muhammad SAW. (Ya Allah Tempatkanlah Junjungan kami di tempat yang terpuji sepertimana yang Kau janjikan..Amin) Beserta para sahabat dan Ahlulbayt r.anhum yang sangat kasih mereka itu kepada umat ini.Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tiada Daya Upaya melainkan Allah SWT.,

Dan Allah jua yang memberi petunjuk dan Allah SWT Maha Mengetahui..

Jazakallah Khairan Kathira...(^_^)

Al-Faqir wal Haqir indallah,

Salim Azham (MSA)

1 comment:

  1. Syukran syeikh atas perkongsian yang bermanfaat ini...

    ReplyDelete